Media Sosial Utopia

Bagaimana kiranya jika kita membuat platform media sosial dengan mengesampingkan impresi kebanggaan terhadap diri sendiri. Sebuah sosial media dalam dunia maya dimana kata “berbagi”  tidak berubah menjadi pamer kekayaan duniawi. Sebuah platform yang dapat memfilter niat untuk populer.

Saya memimpikan jaringan media sosial dimana informasi, baik pribadi maupun keadaan sosial terkini, dibagikan secara apa adanya tanpa campur aduk kepentingan apapun. Keberadaan sosial media ini tentunya dapat mengisi kekosongan medsos yang tidak ada dipasaran saat ini.

Saat ini media sosial sudah dikendalikan atas dasar kebanggaan diri yang dipamerkan (padahal di medsos tersebut tertulis kata share bukan pamer) di laman media sosial.  Tentunya saya bukanlah orang yang munafik. Saya tidak memungkiri jika saya terkadang adalah pengguna sosial media yang seperti itu. Narsistik memang ada pada setiap jiwa manusia bukan? Tapi apakah harus selalu dilebih lebihkan?

Apakah kita tidak lelah menyombongkan diri sendiri?  Ingin kelihatan berkelas sedang check in di tempat istimewa atau menonton film drama eropa. Atau mungkin anda yang seorang biasa berganti selera untuk menjadi seorang hipster? Dengan playlist lagu atau buku yang tidak sedang mainstream dipasaran mungkin?

Apakah pandangan ini adalah refleksi sosial kita atau refleksi diri saya? Entahlah tapi saya tidak begitu peduli persepsi orang terhadap diri saya. Atau bahkan mungkin kalian para pengguna media sosial yang belum sadar akan pandangan ini?

Tak dapat dipungkiri tentunya jika pengakuan diri adalah sebuah kebutuhan bahkan motivasi bagi sebagian pribadi. Namun janganlah hal tersebut dilebih-lebihkan. Saya menganggap huruf P besar pada sosmed berlatarbelakang warna merah itu adalah kata Pamer yang ditonjolkan.

Jika kita mampu membuat media sosial dimana isinya pengguna yang benar ingin berbagi tanpa ingin terlihat populis atau membanggakan diri, saya dengan sederhana menyebutnya: media sosial utopia

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s