Bulan: April 2016

Catatan Akhir Pekan: Ulasan Film The Ardennes

dardennenbigstill
sumber: en.pathe.nl

D’ Ardennen, dalam rilisan judul aslinya, adalah sebuah film dari Belgia yang mengisahkan tentang pengkhianatan hubungan persaudaraan. Film dibuka dengan adegan dimana Dave lari dari sebuah perampokan dan polisi berhasil menangkap saudaranya yaitu Kenneth dan Kenneth pun dipenjara selama 4 tahun tanpa membawa nama saudaranya di pengadilan. Sementara itu selama Kenneth di penjara, Dave menjalin kasih dengan pacar Kenneth yaitu Sylvia dan hubungan tersebut berlangsung selama dua tahun sebelum masa tahanan Kenneth selesai.

Hasil dari hubungan itu membuat Sylvia mengandung anak Dave. Hubungan tersebut berjalan tanpa diketahui oleh Kenneth. Selepas dari masa tahanan, Kenneth mencoba kembali berhubungan dengan Sylvia, yang mana tidak pernah menjenguknya selama di penjara. Sylvia mencoba menolak namun Kenneth tetap memaksanya datang pada hari Natal ke rumahnya dimana ada Dave dan Ibu dari dua orang bersaudara tersebut. Dave dan Sylvia pun mencari cara bagaimana memberitahu Kenneth tentang hubungan mereka berdua.

Bagi saya, film-film di luar Hollywood, terutama film Eropa, mampu menyajikan film drama yang lebih baik. Awalnya, saya kira film ini adalah film drama Eropa yang menyajikan kisah hubungan antara dua saudara. Konflik yang diberikan pada awal-awal film pun sebenarnya sudah cukup bagi saya untuk dikembangkan dan menjadi cerita yang menarik. Namun ternyata The Ardennes lebih dari itu.

Ini bisa dibilang adalah sedikit film thriller  yang dibalut sebagian besar oleh sebuah drama. Konflik di mana Dave mencoba menjelaskan hubungannya dengan Sylvia kepada Kenneth yang tempramental pun dikembangkan menjadi semakin luas dan menyeret banyak orang. Mungkin di situlah daya tarik dari film ini.

Setengah dari film ini menggambarkan konflik tentang hubungan mereka dan setengahnya lagi adalah thriller yang diujungnya kembali dibalut drama yang tragis. Cerita yang dibangun pada awal film mampu berubah wujud tanpa kehilangan esensinya. Latar tempat kejadian, perbukitan Ardennen, berhasil membuat suasana yang cukup mendukung dalam membangun sebuah cerita baru di sepertiga akhir film. Jelaslah bahwa film ini bukanlah sebuah iklan pariwisata yang cocok untuk perbukitan Ardennen.

Dalam hal penyutradaraan, ini adalah debut film panjang bagi Robrecht Heyvaert. Sebelumnya ia pernah membuat dua  film pendek di thaun 2010. Selain sebagai sutradara, ia juga turut menulis skrip film ini bersama dengan Jeroen Perceval yang berperan sebagai Dave. Nama nama pembuat film tersebut memang agak asing di telinga, namun cerita dari film ini beserta tingkatan konflik yang dibangun akan terasa cukup membekas di kepala.

Iklan

Catatan Akhir Pekan: Ulasan Film 10 Cloverfield Lane

cloverfield lane
sumber: forbes.com

Beberapa film horror atau thriller yang  baik, memberikan hal-hal yang mencekam dengan porsi yang pas. Terlebih lagi hal yang mengenyeramkan dan mengerikan itu dapat menjelma menjadi berbagai bentuk. Hal ini lah yang ditunjukan dalam film 10 Cloverfield Lane. Cerita dibangun dengan sangat apik dan seperti tag line filmnya, “monsters come in many forms”.

Michelle, yang diperankan oleh Mary Elizabeth Winsted (dia cantik banget di film ini), ditabrak mobilnya oleh seseorang pada saat menyetir di malam hari. Saat ia terbangun dari pingsannya, ia sudah ada di kamar bawah tanah atau lebih tepatnya sebuah bunker.

Di bungker itu tinggal seorang mantan anggota angkatan laut bernama Howard ( John Goodman) dan Emmet (John Gallagher Jr) yang memberitahu Michelle bahwa ia diselamatkan oleh Howard dari kecelakan dan serangan mahluk luar angkasa di luar sana. Awalnya Michelle tak percaya dan merasa ia disekap oleh Howard namun disinilah dimulainya intensitas yang mencekam.

Dan Tachtenberg yang bertindak sebagai sutradara mampu menampilkan debut kesutradaraannya yang akan selalu dikenang. Begitu juga dengan penulis skrip Josh Campble dan Matthew Stuecken. Sebetulnya ini adalah sebuah film bagi para debutan (karena bagi mereka bertiga ini adalah film panjang pertamanya) dengan balutan film semi sekuel.

Film ini mengambil universe yang sama dengan film Cloverfield (2008) buatan Drew Goddard (The Cabbin in The Woods).  Sebelumnya film Cloverfield mendapat sambutan yang baik dan mungkin didasari atas strategi marketing, film ini ada nama Cloverfieldnya, walau di akhir film penonton akan tahu maksud Cloverfieldnya apa.

Kesamaan dari film Cloverfield dan 10 Cloverfield Lane ini adalah sebuah serangan monster luar angkasa dari luar bumi namun jelas film ini jauh lebih mencekam dan lebih bagus dibanding film Cloverfield. Film ini pun memiliki dua alternate title: The Cellar dan Valencia. Jika kalian googling maka yang akan muncul adalah nama Valencia untuk film ini.

10 Cloverfield Lane adalah gabungan dari dua genre yaitu science fiction and psychology thriller. Ini menarik karena gabungan dua genre tersebut jarang dilakukan. Biasanya entah itu hanya science fiction thriller seperti Cloverfield, atau hanya psychology thriller saja. Mungkin di tahun 2016, belum ada film thriller yang semencekam film ini.

Aspek penceritaan, pembangunan karakter, dan intensitas horror dalam film ini sudah dalam porsi yang pas. Namun sayangnya masih terlalu sering efek kaget yang ditambah dengan scoring yang meledak ledak. Sebenarnya tanpa hal tersebut, dengan alur cerita yang baik dalam film ini  sudah membuat penonton terbawa suasana yang mengerikan.

Dengan cerita yang menegangkan, plot yang kokoh dan ditambah cantiknya Marry Elizabeth Winstead dalam film ini membuat saya masih merasakan euforianya sampai sekarang. Wajib tonton bagi penyuka film horror/ thriller